PERKEMBANGAN PEMBANGUNAN TRANSMIGRASI

Minggu, 06 Agustus 2017

Masa Kolonisasi (1905-1945)


Politik Etis:

  1. Alasan Demografi :  mengurangi kemiskinan dan kepadatan penduduk di P. Jawa dan membangun daerah produksi pangan di luar P. Jawa.
  2. Sebagai Tenaga kerja Perkebunan di Sumatera;


Hasil-hasilnya:

  1. Provinsi Sumatera Selatan dan Lampung sebagai lumbung pangan baru.
  2. Berkembangnya perkebunan di Sumatera.


Masa Pra Pelita (1950 –1969)


Transmigrasi dilaksanakan dengan dasar demografis, yaitu untuk mengurangi kemiskinan dan kepadatan penduduk di P. Jawa;
Perluasan daerah tujuan Transmigrasi ke Kalimantan dan Sulawesi;

Hasil-hasilnya:

Memperkuat daerah sebagai penghasil komoditas perkebunan dan pangan (Provinsi Sumatera Selatan, Lampung, serta Kalimantan Selatan dan Sulawesi Selatan)


Masa Pelita (1970 –1998)


  1. Pendekatannya Demografi, Pengembangan Wilayah dan Pembangunan Daerah;
  2. Pola Usaha tidak lagi terbatas pada komoditas tanaman pangan dan perkebunan namun juga ditingkatkan serta dikembangkan pola peternakan, perikanan dan tambak;

Hasil-hasilnya:   

  1. Pengembangan daerah  sepanjang jalur Trans-Sumatera, Trans- Sulawesi, Trans-Kalimantan, Trans-Irian, Trans- Maluku dan  Wilayah Perbatasan;
  2. Munculnya pusat-pusat pertumbuhan (Kota/Kab baru);
  3. Daerah produksi  pangan dan perkebunan baru.


Masa Awal Otonomi Daerah (1999 – 2006)


    1. Pada masa awal otonomi daerah sampai dengan tahun 2005 lebih banyak untuk penanggulangan masalah pengungsi, dampak konflik sosial;
    2. Mulai tahun 2005 Transmigrasi disesuaikan dengan kebutuhan Daerah;
    3. Pelaksanaan melalui Kerjasama Antar Daerah (KAD) yang difasilitasi oleh Pemerintah (Depnakertrans);


Paradigma Baru Pembangunan Transmigrasi (2006 - 2009)



  1. Dikembangkan konsep Kota Terpadu Mandiri (KTM) di Kawasan Transmigrasi yang bertujuan untuk :
    1. Mendukung ketahanan pangan dan kebutuhan papan;
    2. Mendukung ketahanan nasional;
    3. Mendukung kebijakan energi alternatif di kawasan transmigrasi;
    4. Mendorong pemerataan pertumbuhan ekonomi dan pemerataan investasi di daerah;
    5. Menunjang atau merupakan bagian dari upaya penanggulangan pengangguran dan kemiskinan;
  2. Konsep KTM tidak hanya ditujukan untuk membangun pemukiman baru, namun juga pengembangan pemukiman transmigrasi yang sudah ada bersama dengan desa-desa yang ada di sekitarnya.
  3. Penyelenggaraan transmigrasi diawali dengan pembangunan daerah penempatan transmigrasi, yang selanjutnya diikuti dengan perpindahan penduduk dari daerah asal transmigrasi untuk mengisi kesempatan kerja yang tersedia