RUANG KENDALI DATA KEMENTERIAN DESA, PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL, DAN TRANSMIGRASI

Selasa, 30 Januari 2018

Jakarta – Modernisasi pada zaman kekinian makin membuat semua terasa mudah, cepat, dan akurat, dengan perkembangan internet yang semakin maju dengan segala positif dan negatifnya, tidak menutup kemungkinan segala hal kini membuat keperluan kita sehari-hari memerlukan internet. Sesuatu hal dapat berubah dinamis dengan sangat cepat dengan keperluan yang juga mendesak. Dengan adanya bantuan internet akan lebih mengurangi hal-hal yang dapat menghambat sesuatu pekerjaan.

Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (KDPDTT), sadar akan keuntungan yang dapat dikembangkan oleh internet, perlunya data yang akurat dan terus diperbaharui memang memiliki proses yang vital dalam pengambil keputusan, kebijakan dan membuat regulasi. Kemendesa PDTT dalam kesempatan ini membangun sebuah sistem integrasi data yang bisa mengumpulkan data-data dari tiap Unit Kerja Eselon I (UKE I) di dalam Kementerian Desa PDTT. Sistem ini berupa dashboard yang akan menjadi tempat/rumah untuk menghimpun data-data yang ada dan ditempatkan di Ruang Kendali Kemendes PDTT. Sekjen Kemendes PDTT, Anwar Sanusi berkata “Gagasan untuk memiliki ruang kendali itu berdasarkan satu analisis di mana kami membutuhkan data yang valid, akurat, real time untuk bisa dijadikan sebagai bahan pengambilan keputusan”.


Sebagai contoh ketika perlu informasi yang dibutuhkan baik dari internal maupun eksternal, ada berapa lokasi kawasan transmigrasi yang dibangun? Atau berapa total Kepala Keluarga (KK) yang ditempatkan di lokasi transmigrasi?. Informasi pun bisa melingkupi data kepegawaian, informasi BMN, informasi pemberitaan dan Kinerja Pegawai. Tentu dengan adanya dashboard di Ruang Kendali maka akan mempermudah informasi yang didapat untuk internal maupun eksternal.

Terkait dengan fungsi Ruang Kendali tidak hanya itu, tetapi Ruang Kendali mempunyai fungsi-fungsi yang lain, yaitu :

·         Sebagai pengawasan kinerja yang dicapai dari tahun ke tahun untuk dijadikan bahan evaluasi;

·         Sebagai sumber data satu pintu agar pihak eksternal ketika membutuhkan data tidak memerlukan waktu yang lama;

·         Sebagai Decision Supporting System bagi pengambilan keputusan tertinggi di Kemendesa PDTT;