Membangun Bangsa dengan Semangat Kepahlawanan

Senin, 13 November 2017

Jakarta - Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo mengingatkan seluruh jajarannya agar menanamkan sikap dan semangat kepahlawanan untuk menuntaskan perjuangan Kementerian dalam membangun desa, daerah tertinggal dan transmigrasi.

"Semangat kerja keras dan gotong royong diharapkan dapat membantu menjawab pekerjaan rumah menyelesaikan persoalan," kata Eko dalam pidatonya yang dibacakan Sekretaris Jenderal Kemendes PDTT, Anwar Sanusi saat menjadi Inspektur Upacara peringatan Hari Pahlawan, di Kantor Kemendes PDTT, Kalibata, Jakarta, Jumat (10/11).

Anwar menyebutkan, Kemendes PDTT mengemban tanggungjawab besar, yakni mendukung pembangunan bangsa melalui target mengentaskan 5.000 desa tertinggal menjadi desa berkembang, 2.000 desa berkembang menjadi desa mandiri, mengentaskan 80 daerah tertinggal, dan membangun 144 kawasan transmigrasi serta 20 kawasan perkotaan baru.

Berdasarkan data, jumlah desa yang sangat tertinggal masih mencapai 13.453 desa, dan desa tertinggal sebanyak 33.592 desa.  "Ditambah lagi isu kawasan transmigrasi dan pembangunan daerah tertinggal yang selama ini masih perlu dioptimalisasi pembangunannya," jelasnya.

Menurut Anwar, Indonesia memiliki sumberdaya alam yang seharusnya mampu menjadikan Indonesia sejajar dengan negara-negara lain.  Indonesia terkenal dengan memiliki tambang emas dengan kualitas emas terbaik, dan negara dengan cadangan gas alam terbesar di dunia. 

Indonesia juga merupakan salah satu dari 10 negara yang memiliki hutan terluas di dunia.  Tidak hanya SDA, dari sisi SDM, Indonesia memiliki jumlah penduduk yang terus meningkat

Pada 2018 Indonesia diprediksi memiliki 250 juta jiwa di mana 70 persennya adalah masuk dalam usia produktif. "Namun sayangnya potensi itu belum dimanfaatkan secara optimal," ungkap Anwar.

Di sisi lain, Indonesia masih memiliki 17 juta rakyat miskin. Dimana 13.93 persen masyarakat miskin terdapat di pedesaan, dibandingkan dengan perkotaan sebesar 7,72 persen.

"Anugerah kekayaan alam Indonesia masih belum sepenuhnya dirasakan oleh rakyat Indonesia," ujar Sekjen.

Untuk itulah, kata Anwar, seluruh jajaran Kementerian Desa PDTT harus mengubah kinerja untuk bersama-sama bersama-sama membangun kinerja yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat.   Sehingga tidak perlu adalagi masyarakat yang susah payah mencari air. 

Ia menambahkan, tidak perlu lagi ada yang susah payah belajar di malam hari karena ketebatasan listrik.   Atau tidak ada lagi balita-balita penerus bangsa yang kekurangan gizi dan mengalami stunting.

"Sudah saatnya kita kembali membuka catatan semangat pahlawan . Kerja keras mereka dalam membangun negara perlu dipelajari dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari," seru Anwar.

Apalagi, kata Anwar, bagi Kemendes PDTT yang tengah mengemban tugas untuk  membangun 74.910 desa di seluruh Indonesia.  "Kita patut berjuang lebih keras atas kepercayaan tersebut. Meskipun berdasarkan data, kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah meningkat dibanding 10 tahun lalu," jelasnya.

Masih dalam pidatonya, Anwar menegaskan bahwa Indonesia tidak lagi berjuang melawan penjajah.  "Namun bukan berarti perjuangan itu berhenti," tandas Anwar.

Dalam sebuah Pidato, Anwar mengutip, Bung Karno pernah menyampaikan bahwa "perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri." 

Diakhir pidatonya, Anwar kembali mengingatkan, bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya. "Kita perlu senantiasa mengambil hikmah dari perjalanan sejarah dan mampu menjadikannya sebagai pedoman dalam setiap kehidupan bangsa dan bernegara," tegas Sekjen.

Kemerdekaan adalah sebuah capaian yang tidak diberikan secara cuma-cuma oleh penjajah, melainkan melalui pertumpahan darah. "Perlu saya ingatkan, jadilah pahlawan dimanapun, termasuk di lingkungan kerja," tegasnya lagi.

Terutama dengan mengedepankan sikap menggerakan dan mengejar harapan untuk kemandirian dan kedaulatan. "Bukan hanya sekadar berkoban saja tapi juga bentuk pengabdian. Perkokoh persatuan untuk membangun negeri," tutup Anwar. ***