Penataan Persebaran Penduduk Mendukung Transmigrasi 4.0

Senin, 25 November 2019

Revolusi Industri 4.0 yang sudah masuk di Indonesia saat ini, tak hanya memberi pengaruh besar pada sektor industri, namun juga menantang bidang transmigrasi.

Era 4.0 pada bidang transmigrasi atau Restorasi Transmigrasi 4.0 merupakan transmigrasi berbasis ekonomi digital dan peningkatan sumber daya manusia untuk mengubah pola transmigrasi konvensional menuju transpolitan 4.0. Adapun pola pengembangan restorasi transmigrasi ini melalui kemitraan pentahelix meliputi pemerintah, akademisi, swasta, komunitas dan media.

Kemampuan transmigrasi untuk menaklukkan gelombang era revolusi 4.0 ini adalah dengan memberikan perhatian serius dalam menyiapkan calon transmigran yang akan ditempatkan di lokasi transmigrasi yang tersebar di wilayah strategis, perbatasan dan tertinggal. Tak kalah penting, aparatnya pun harus profesional dan kompeten.

Sebagai upaya menuju Restorasi Transmigrasi 4.0 atau Transpolitan tersebut, Direktorat Penataan Persebaran Penduduk Direktorat Jenderal Penyiapan Kawasan dan Pembangunan Permukiman Transmigrasi (Ditjen PKP2Trans) bekerjasama dengan Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta mengadakan kegiatan dalam bentuk Bimbingan Teknis (Bintek) Terpadu Penataan Persebaran Penduduk,  berupa diskusi terbuka dan mengumpulkan masukan dari berbagai pihak terkait penyusunan konsep penataan persebaran penduduk mendukung transmigrasi 4.0.

“Melalui Bintek ini, kita bangun kualitas sumber daya manusia (aparat pemerintah), pertumbuhan wilayah, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya, yaitu transmigran,” ujar Direktur Penataan Persebaran Penduduk, Ir. Anto Pribadi, MMSI pada Acara Pembukaan Bintek Terpadu Penataan Persebaran Penduduk di ruang kuliah Fakultas Geografi UGM, awal bulan lalu.

 

Bintek yang dilaksanakan selama 5 hari kerja itu, diikuti oleh aparatur sipil negara (ASN) dari berbagai unit kerja di lingkungan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi. Pengajarnya, selain merupakan Dosen Fakultas Geografi UGM, juga berasal dari Puslitbang Kemendesa, PDT, dan Transmigrasi.

Adapun materi yang diberikan antara lain Kebijakan Penataan dan Persebaran Pneduduk dalam Kerangka Transmigrasi Berbasis Kawasan, Penataan SDM Transpolitan, Kriteria SDM Transpolitan 4.0, Evaluasi Analisis Spasial Kependudukan, Penempatan SDM Transpolitan Transscience Tecknopark, Investasi SDM Peluang dan Ancaman Demografi, Sistem Manajemen dan Digitasi Database Kependudukan, Pengembangan IT untuk SDM Transpolitan 4.0, Redistribusi Penduduk Model Transmigrasi, Interaksi Sosial dan Ekonomi Kreatif SDM Transpolitan 4.0, Pembangunan Kota Baru/Urban Sprawl, Implementasi Transpolitan 4.0 dalam Pembangunan Kawasan Transmigrasi, Latihan Aplikasi, serta Ujian.  

Sekretaris Ditjen PKP2Trans, Dr. Ir. Chamidun Daim, MBA, menjelaskan bahwa lulusan dari Bintek ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan transpolitan 4.0 seperti menciptakan konsep atau ide bisnis model baru yang bisa memberikan manfaat bagi para transmigran. Sehingga, program transmigrasi di masa lalu yang hanya untuk mencukupi kebutuhan sandang, pangan dan papan dapat berubah menjadi kegiatan menghasilkan produk yang memiliki nilai tambah sehingga mampu meningkatkan kehidupan ekonomi transmigran lebih layak.

“Dari Bintek ini, kita memilih tiga peserta terbaik. Terbaik pertama, Tantry Nugroho dari Pusdiklat. Kedua, Julio Adiputro dari Direktorat Penataan Persebaran Penduduk Ditjen PKP2Trans. Ketiga, Fiolita Prameswari dari Direktorat Pembangunan Permukiman Transmigrasi Ditjen PKP2Trans,” ungkapnya saat memberikan arahan pada Penutupan Bintek di Fakultas Geografi UGM Yogyakarta, bulan lalu.

(rin/tabarduk)

BERITA TERBARU

Monday, 11 November 2019
Jakarta – Di era informasi digital ini diperlukan satu teknologi informasi dan komunikasi untuk mendukung kelancaran pembangunan nasional. Begitu pula dengan pembangunan
Monday, 11 November 2019
Bandung - Pada tanggal 30 Oktober s.d 1 November 2019, di Hotel Crowne Plaza, Jl. Lembong No.19, Braga, Kecamatan Sumur Bandung, Kota Bandung,
Wednesday, 06 November 2019
Pada tanggal 23-28 September 2019, bertempat di KJ Hotel Yogyakarta, Jl. Parangtritis No.120, Yogyakarta, telah diselenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis Pemetaan dan Penataan Dokumen