Program Transmigrasi Kembali Melanjutkan Program Penempatan di Sulbar

Senin, 26 November 2018

Jakarta – Pertengahan bulan ini program transmigrasi kembali melakukan lanjutan program penempatan transmigran di UPT Saluandeang, Kabupaten Mamuju Tengah, Provinsi Sulawesi Barat. Sebanyak 68 warga transmigran yang ditempatkan terdiri dari 20 Kepala Keluarga(KK). Warga Transmigrasi yang berasal dari DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Jawa Barat dan Jawa Tengah, disambut langsung oleh Wakil Gubernur Sulbar Enny Angraeny Anwar dan Kepala Dinas Transmigrasi Sulbar H Herdin. Penyambutan warga Transmigrasi tersebut, dilakukan di Bandara Tampa Padang Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju.

Kadis Transmigrasi H Herdin menuturkan, para Transmigrasi tersebut akan disedikan lahan 0,9 hektar khusus tanah perkebunan, juga akan diberikan lahan pekarangan dan satu hektar untuk ditanami kelapa sawit.

"Saudara-saudara ini akan ditanggung selama satu tahun. Sehingga yang harus dioptimal adalah lahan pekarangan dan lahan satu hektar agar cepat berproduksi," kata Herdin

"Targetnya sederhana, kami berharap tolong jangan tinggalkan UPT Saluandeang," tambahnya.

Dikatakan, transmigran bukanlah masyarakat menengah ke bawah, tapi sebuah proses menuju hidup yang lebih baik. Adapun rincian 68 warga transmigrasi tersebut, dari Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sebanyak 5 KK masing-mawing dari Kulung Progo 3 KK atau 16 Jiwa, Gunung Kidul 2 KK atau 8 Jiwa.

Dari Daerah Khusus Ibu Kota (DKI) Jakarta, masing-masing Jakarta Timur 2 KK atau Jiwa - Jakarta Utara 1 KK atau Jiwa, Jakarta Selatan 2 KK atau 4 Jiwa. Sementara dari Jawa Barat Kabupaten Bandung 3 KK atau 9 Jiwa, Kabupaten Sukabumi, 2 KK atau 8 Jiwa. Dari Jawa Tengah, Kabupaten Pemapang 5 KK atau 15 Jiwa. Wakil Gubernur Sulbar H. Enny Angraeny Anwar dalam sambutan penyambutannya mengatakan, menyambut baik program tersebut.

"Saya berharap, kira bisa menyesuaikan dengan cepat dengan lingkungan," kata Enny. Selain itu, Enny berharap para warga Transmigrasi dapat berproduksi kurang dari satu tahun, sehingga bisa cepat sejahtera.

"Di pemukiman nanti, jangan lagi ada yang berpikir saya dari sini, karena pada intinya sekarang kita semua adalah warga Sulbar. Mari bertukar kebudayaan. Semoga apa yang kita niatkan senantiasa mendapat ridho dari Allah,"ucap mantan anggota DPR RI itu.