Ziarah Makam Pionir Transmigrasi di Desa Sukra, Kabupaten Indramayu.

Selasa, 11 Desember 2018

Jakarta - Pada tanggal 10 Desember 2018 kemarin, Direktorat Jenderal Penyiapan Kawasan dan Pembangunan Permukiman Transmigrasi (PKP2Trans) dan Direktorat Jenderal Pengembangan Kawasan Transmigrasi (PKTrans) melakukan rangkaian dari Peringatan Hari Bhakti Transmigrasi ke-68. Ziarah ke makam pionir transmigrasi di Desa Sukra, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat.

Dalam kesempatan itu Hari mengatakan ziarah ini merupakan bentuk penghormatan kepada para arwah pioner transmigran yang gugur saat  itu mengakibatkan korban meninggal sebanyak 67 orang yang merupakan awal mula program transmigrasi yang dijalankan oleh pemerintah sebagai langkah untuk penyebaran pembangunan di Indonesia.

Agenda ziarah ini dilaksanakan setiap tahun mengenang peristiwa kecelakaan salah satu rombongan bus transmigran asal Kabupaten Boyolali menuju UPT Rumbiya, Sumatera Selatan yang terjadi pada 11 Maret 1974 dini hari di Desa Sukra, Kabupaten Indramayu.


Dirjen PKP2Trans, R Hari Pramudiono mengatakan "Kegiatan ziarah ke makam pionir transmigrasi ini merupakan rangkaian dari peringatan Hari Bhakti Transmigrasi (HBT) ke-68 yang puncaknya akan dilaksanakan di Bengkulu yang Insyaallah dihadiri oleh Presiden RI, diharapkan nantinya kegiatan-kegiatan seperti ini dapat dilakukan di daerah-daerah tujuan transmigrasi khususnya di wilayah Indonesia Timur,"

Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh para Pejabat Tinggi Madya dan Pratama di lingkungan Kemendes PDTT, Sekretaris Daerah Kabupaten Indramayu beserta jajaran, Ketua Umum Perhimpunan Anak Transmigrasi Republik Indonesia (PATRI) beserta pengurus PATRI, dan peserta ziarah lainnya baik dari Kemendes PDTT maupun dari Kabupaten Indramayu.

Ketua Umum Perhimpunan Anak Transmigrasi Republik Indonesia (PATRI), Sugiarto Sumas mengatakan bahwa ziarah ini sebagai bentuk penghormatan kepada para pioner ketransmigrasian yang telah gugur dalam perjuangan mereka untuk bertransmigrasi. Dia berharap para transmigran dan anak transmigran yang berhasil di daerah tujuan dapat mengunjungi monumen pioner transmigrasi untuk ikut mengirimkan doa.