PEMBANGUNAN TRANSMIGRASI BERBASIS KAWASAN DALAM RANGKA MEMBANGUN INDONESIA DARI PINGGIRAN DENGAN MEMPERKUAT DAERAH-DAERAH DAN DESA DALAM KERANGKA NEGARA KESATUAN

Selasa, 26 Maret 2019


Dalam rangka pemantapan program pembangunan transmigrasi berbasis kawasan, Direktorat Jenderal Penyiapan Kawasan dan Pembangunan Permukiman Transmigrasi melalui Direktorat Bina Potensi Kawasan Transmigrasi telah menyelenggarakan kegiatan Temu Teknis Advokasi Kawasan dengan tema “Pembangunan Transmigrasi Berbasis Kawasan dalam Rangka Membangun Indonesia dari Pinggiran dengan Memperkuat Daerah-Daerah dan Desa dalam Kerangka Negara Kesatuan” pada tanggal 4 s.d 6 Maret 2019 di Ruang Grand Ballroom Pullman Bali Legian Beach Hotels and Resorts Jl. Melasti No. 1 Legian, Bali. Acara ini dibuka oleh Direktur Jenderal Penyiapan Kawasan dan Pembangunan Permukiman Transmigrasi R. Hari Pramudiono, S.H, M.M dan dihadiri oleh Dinas yang Membidangi Ketransmigrasian dari 19 Provinsi, Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda)/Dinas yang Membidangi Tata Ruang dari 8 Provinsi, Dinas yang Membidangi Ketransmigrasian dari 20 Kabupaten serta Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda)/Dinas yang Membidangi Tata Ruang dari 7 Kabupaten. Rapat ini juga dihadiri oleh Para Pejabat Tinggi Pratama di lingkungan Direktorat Jenderal Penyiapan Kawasan dan Pembangunan Permukiman Transmigrasi.

Kegiatan Temu Teknis Advokasi Kawasan Transmigrasi dilaksanakan dengan tujuan membangun pemahaman tentang pentingnya advokasi dalam mendukung perencanaan kawasan transmigrasi sesuai UU Nomor 29 Tahun 2009 dan PP Nomor 3 Tahun 2014 maupun Perpres Nomor 50 Tahun 2018 tentang Koordinasi dan Integrasi Penyelenggaran Transmigrasi, membangun pemahaman pemangku kepentingan dalam mendukung pembangunan kawasan transmigrasi, mendorong pemerintah daerah Provinsi/Kabupaten/Kota dalam implementasi pemanfaatan kawasan transmigrasi yang sudah ditetapkan serta melakukan inventarisasi dan identifikasi permasalahan perencanaan kawasan transmigrasi.

Adapun narasumber yang mengisi acara tersebut adalah Sekretaris Direktorat Jenderal Penyiapan Kawasan dan Pembangunan Permukiman Transmigrasi Dr. Ir. Chamidun Daim, MBA, membahas tentang “Koordinasi dan Integrasi Penyelenggaraan Transmigrasi”,  Direktur Bina Potensi Kawasan Transmigrasi  Ir. Danton Ginting, MM mendiskusikan masalah “Pembangunan Transmigrasi Berbasis Kawasan dalam Rangka Membangun Indonesia dari Pinggiran dengan Memperkuat Daerah-Daerah dan Desa dalam Kerangka Negara Kesatuan”, serta Narasumber Utama Ditjen PKP2Trans Ir. M. Arsyad Nurdin membicarakan tentang “Penilaian Perkembangan Kawasan Transmigrasi”

Pada sesi ke dua dilanjutkan dengan paparan dari para Kasubdit di lingkungan Direktorat Bina Potensi Kawasan Transmigrasi, yaitu Kasubdit Identifikasi dan Informasi Potensi Kawasan Dra. Diah Eka Poespaningroem, M.Si , Plt. Kasubdit Advokasi Kawasan Antony Pasaribu, SE, M.Si, Kasubdit Perencanaan Kawasan Eka Putri Kusumawardani, SS, M.Si, Kasubdit Fasilitasi Penetapan Kawasan Ir. Musrifah Mufti dan Kasubdit Mediasi dan Kerjasama Antar Daerah Asih Wijiarti, SE, MM. Kedua sesi dimoderatori oleh pakar ketransmigrasian Drs. Mirwanto Manuwiyoto, MM.

Setelah sidang pleno selesai dilanjutkan dengan sidang desk membahas 24 kawasan yang belum ditetapkan oleh Menteri Desa, PDT dan Transmigrasi. Acara ditutup oleh Direktur Bina Potensi Kawasan Transmigrasi Ir. Danton Ginting, MM mewakili Direktur Jenderal Penyiapan Kawasan dan Pembangunan Permukiman Transmigrasi dengan pembacaan rumusan hasil Temu Teknis Advokasi Kawasan Transmigrasi.