KONGRES NASIONAL TRANSMIGRASI TAHUN 2019 RESTORASI TRANSMIGRASI 4.0

Selasa, 24 September 2019


Bertempat di Grha Saba Pramana (GSP) Universitas Gadjah Mada pada tanggal 17 September 2019 telah diselenggarakan Kongres Nasional Transmigrasi Tahun 2019. Kongres Nasional yang dibuka oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigras, Eko Putro Sandjojo, BSEE, MBA mengangkat tema Restorasi Transmigrasi 4.0 : Mewujudkan Sumber Daya Manusia Mandiri dan Sejahtera. Acara yang gelar meriah ini dihadiri oleh sekitar 350 undangan dan 1.200 Partisipan Mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi di Yogyakarta serta dimeriahkan dengan pameran oleh Ditjen PKP2Trans  dengan menampilkan aplikasi Sipukat (Sistem Peta Kawasan Transmigrasi Terpadu), BBLM Yogyakarta, BBLM Kalimanatan Selatan, Ditjen PKTrans dan Himbara (BNI, BRI dan Mandiri).

 Pada kesempatan ini dilakukan penandatanganan Deklarasi Bulak Sumur dan Gerakan Nasional Transpolitan Hijau 4.0 (Green Transpolitan 4.0) oleh perwakilan dari 5 unsur pada Pentahelix Ketransmigrasian yaitu Pemerintah, Akademisi, Swasta, Komunitas dan Media. Melalui deklarasi ini, kelima unsur tersebut bersepakat untuk :

1.    Melaksanakan Revolusi Transmigrasi 4.0 Indonesia Inovatif dalam Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia dan Pertumbuhan Wilayah sebagai Kebijakan Nasional.

2.    Pembangunan Green Transpolitan 4.0 sebagai Program Prioritas Nasional yang berorientasi pada Pasar Ekonomi dan Tata Ruang Wilayah.

3.    Mengembangkan konsep baru Green Transpolitan 4.0 Berbasis Ekonomi Digital dan Branding dengan Sumber Daya Manusia sebagai Kunci Perubahan Transmigarasi Konvensional ke Transpolitan 4.0.

4.    Mengembangkan Inovasi Kawasan Green Transpolitan 4.0 menjadi Transscience Technopark yang tumbuh cepat terintegrasi dengan Pembangunan Wilayah.

5.    Gerakan Nasional Green Transpolitan 4.0 dengan Pola Pengembangan Kemitraan Pentahelix, meliputi Pemerintah, Akademisi, Swasta, Komunitas, dan Media.

 

Transpolitan sebenarnya bukan merupakan sebuah konsep yang benar-benar baru dalam pembangunan Kawasan transmigrasi. Transpolitan merupakan pengembangan konsep Pembangunan Kawasan Transmigrasi dimana pembangunan lebih berorientasi kepada kebutuhan dan potensi di daerah tujuan, inklusi dengan pelibatan semua pihak yang berkepentingan melalui koordinasi dan integrasi serta adanya focus untuk meningkatan pengetahuan transmigran dalam bidang IT baik untuk produksi maupun pemasaran sehingga dapat meningkatkan produktivitas para transmigran.

(itasia 2019)