Tahun 2018, Pemerintah Tempatkan 1.271 KK Transmigran di 37 Lokasi Transmigrasi

Selasa, 12 Februari 2019

Jakarta - Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, dalam hal ini Direktorat Jenderal Penyiapan Kawasan dan Pembangunan Permukiman Transmigrasi (PKP2Trans) telah menempatkan sejumlah 1.271 kepala keluarga (KK) transmigran yang tersebar di 37 lokasi transmigrasi seluruh Indonesia dengan pola tanaman pangan lahan kering, lahan basah, nelayan, dan ternak pada tahun 2018 lalu.

Ribuan kepala keluarga tersebut antara lain berasal dari Provinsi Lampung sejumlah 15 KK, Banten 25 KK, DKI Jakarta 10 KK, Jawa Barat 67 KK, Jawa Tengah 169 KK, DIY 87 KK, Jawa Timur 53 KK, Bali 5 KK, NTB 10 KK, dan sisanya merupakan penduduk lokal atau setempat.

“Provinsi Jawa Tengah merupakan daerah asal yang terbanyak dalam mengirimkan warganya ke lokasi transmigrasi. Sejumlah 100 KK dari alokasi yang ditargetkan merupakan program sharing dana APBD antara Provinsi Jawa Tengah dengan Pemerintah Kabupaten Sijunjung di Lokasi Padang Tarok SP. 1,” ungkap Direktur Penataan Persebaran Penduduk, Ir Anto Pribadi MM MMSI, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (31/1) lalu.

Dengan adanya sharing dana APBD tersebut, lanjutnya, menjadi tanda bahwa perhatian pemerintah daerah terhadap program transmigrasi saat ini kian meningkat sehingga dapat menjadi contoh dan diikuti oleh daerah lain. Tak hanya program sharing dana APBD, di tahun 2018, Ditjen PKP2Trans juga telah menempatkan sejumlah 50 KK penduduk setempat di Lokasi Bolupunto yang diperuntukkan khusus membantu korban gempa dan likuifaksi di Kab. Sigi. “Transmigran penduduk setempat (TPS) tersebut antara lain berasal dari Desa Jono Oge, Sidera, Mpanau, Lolu, Oloboju,” sambungnya. Di tahun 2019 ini, tambahnya, alokasi pembangunan permukiman dan penempatan transmigrasi untuk membantu korban gempa dan likuifaksi di Kab. Sigi tersebut kembali diprogramkan sejumlah 100 KK yang akan ditempatkan di Lokasi Lemban Tongoa dan Sidera.

Menurut Kepala Bidang Transmigrasi Dinas Nakertrans Kab. Sigi, Fadlan SE MM, seleksi terhadap korban gempa dan likuifaksi di Kab. Sigi yang ingin mengikuti program transmigrasi tetap dilakukan agar penerima bantuan dari pemerintah pusat ini melalui program transmigrasi tepat sasaran.

“Pendaftarnya mencapai 200 KK lebih, sedangkan programnya hanya 50 KK. Sehingga kepala keluarga yang belum ditetapkan sebagai transmigran di Lokasi Bolupunto pada 2018 lalu, akan dialokasikan ke Lokasi Lemban Tongoa dan Sidera pada tahun 2019 ini,” ujarnya.  

Sementara itu, program pembangunan dan penempatan transmigrasi pada tahun 2019 dialokasikan sejumlah 1.465 KK yang tersebar di 23 lokasi transmigrasi, 19 kabupaten, dan 10 provinsi. (rin/tabarduk)

BERITA TERBARU

Tuesday, 12 February 2019
Jakarta - Dalam rangka mewujudkan kesamaan dan pemahaman dalam merealisasikan perpindahan dan penempatan sesuai target dan alokasi yang diprogramkan pada tahun 2019,
Tuesday, 12 February 2019
Direktorat Pembangunan Permukiman Transmigrasi mengadakan Rapat Penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Pembangunan Permukiman Transmigrasi Tahun 2018 pada tanggal 17 s.d 20
Monday, 11 February 2019
Jakarta - Direktur Perencanaan Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Transmigrasi  (P3KTrans) Dr. R. Bambang Widyatmiko, S.Si, MT bersama pejabat Eselon III, Eselon IV