Implementasikan Transpolitan 4.0, Kemendesa PDTT gandeng investor mengembangkan kawasan Transmigrasi.

Kamis, 05 September 2019

SUMSEL - Untuk mempercepat kawasan transmigrasi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi wilayah, maka pembangunan dan  pengembangan Kawasan Transmigrasi perlu didukung oleh semua elemen. Percepatan pembangunannya tidak bisa dilakukan satu pihak. Maka kebijakan pembangunan kawasan transmigrasi menuju Transpolitan 4.0 yang menerapkan konsep pembangunan pentahelix diterapkan dalam pembangunan dan pengembangan kawasan transmigrasi kedepan. Dalam konsep pentahelik, maka  unsur pemerintah, masyarakat atau komunitas, akademisi, pengusaha, dan media bersatu membangun kebersamaan dalam pembangunan dan pengembangan kawasan transmigrasi.

"Penta’ adalah lima dan ‘helix’ adalah jalinan," kata Direktur Jenderal PKP2Trans Kemendesa PDTT, Hari Pramudiono dalam sambutannya saat penanaman perdana kacang tanah di Kawasan Transmigrasi Parit Rambutan, Kabupaten Ogan Ilir Provinsi Sumatera Selatan, kamis 5 September 2019.

Menurut Hari, unsur yang pertama yaitu pemerintah mempunyai political power, untuk merumuskan kebijakan. Sementara masyarakat atau komunitas disebut social power. Di sinilah peran masyarakat melalui Bumdes dan Gapoktan terlibat dalam proses pembangunan dan pengembangan kawasan transmigrasi Parit Rambutan.

“Bumdes dan Gapoktan dengan kekuatan social capital dapat menghadirkan perubahan. Tidak hanya bekerja sendiri  tetapi secara berkelompok masyarakat bekerja, berorganisasi dan belajar bersama, mengembangkan komoditas unggulan agar menghasilkan produk yang berkualitas untuk kesejahteraan bersama,” ujar Hari, sapaan akrab Hari Pramudiono.

Ketiga, ada akademisi. Melalui kekuatan knowledge power menghadirkan ilmu yang bermanfaat, ongkos produksi lebih murah, lebih berfaedah. Unsur keempat pentahelix, yaitu pebisnis atau pengusaha. Yang terakhir (unsur kelima) dalam pentahelix adalah media.

Menurut Hari, kolaborasi pentahelix harus dikembangkan di kawasan transmigrasi Parit Rambutan. Oleh karenanya, kerjasama pengembangan produk unggulan harus melibatkan unsur pentahelix antara lain dunia usaha. Salahsatu produk unggulan yang bisa dikembangkan adalah kacang tanah.

Pengembangan kacang tanah di kawasan transmigrasi  Parit Rambutan bekerjasama dengan PT Gunanusa Eramandiri. Perusahaan ini memproduksi kacang olahan (Nut Ingredient) yang terdiri dari kacang tanah, kacang mete, kacang almond dan hazelnut . Hampir semua perusahaan besar pengolahan makanan di indonesia menjadi customer.

Menurut Ivan Cokro, Presiden Direktur PT Gunanusa Eramandiri, dengan berjalannya waktu kebutuhan bahan baku kacang semakin meningkat, sedangkan pemenuhan bahan baku dalam negeri kurang mencukupi sehingga harus impor dari luar negeri diantaranya India. Lahan pertanian kacang tanah juga tiap tahun berkurang, kualitas dan harga fluktuatif sehingga menurunkan daya saing dengan negara lain yang juga sedang mengembangkan kacang kulit diantaranya Thailand dan Vietnam. Sistem pertanian tradisional dengan peralatan yang sederhana juga mempengaruhi produktifitas dan kualitas serta biaya yang tinggi sedangkan penghasilan petani tidak ada peningkatan atau kesejahteraan petani tetap kurang terjamin.

"Masyarakat transmigrasi akan diajarkan mengembangkan pola pertanian kacang yang lebih baik dan modern, untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas kacang, supaya harga jual tinggi, sehingga kesejahteraan petani kacang meningkat, " kata Ivan. Dengan model bisnis yang akan melibatkan bumdes, gapoktan, Bank Mandiri selaku penyedia KUR, dan PT Gunanusa Eramandiri selaku penyedia teknologi dan offtaker, diharapkan petani kacang dapat memperoleh penghasilan sekitar enam juta rupiah perbulan, lanjut Ivan.

Sementara itu, Asisten III H Lukmansyah, mewakili Bupati Ogan Ilir menyampaikan bahwa saat ini telah tersedia lahan untuk pengembangan budidaya kacang tanah seluas 1065 Ha tersebar di 14 Desa / Satuan Permukiman di Kawasan Transmigrasi Parit Rambutan. Tahap perdana ini akan ditanam kacang tanah seluas 5 Hektar, selanjutnya secara bertahap akan ditanam seluas 500 hektar pada tahun 2020.

Penanaman perdana kacang tanah di Kawasan Transmigrasi Parit Rambutan ini dihadiri oleh Asisten III Setda Kab Ogan Ilir, para Direktur dan staf di Ditjen PKP2Trans Kemendesa PDTT, pimpinan OPD Kab Ogan Ilir, PT Gunanusa Eramandiri, Bank Mandiri dan masyarakat transmigrasi kawasan transmigrasi Parit Rambutan.

BERITA TERBARU

Thursday, 29 August 2019
Jakarta – Pada tanggal 27 Agustus 2019, Direktorat Jenderal Penyiapan Kawasan dan Pembangunan Permukiman Transmigrasi (PKP2Trans) mengadakan Rapat Persiapan Kongres Transmigrasi 2019 dalam
Monday, 26 August 2019
Jakarta – Direktorat Jenderal Penyiapan Kawasan dan Pembangunan Permukiman Transmigrasi dan Direktorat Jenderal Pengembangan Kawasan Transmigrasi bersama dengan Tim dari Fakultas Geografi, Universitas
Monday, 19 August 2019
Jakarta – Direktorat Jenderal Penyiapan Kawasan dan Pembangunan Permukiman Transmigrasi melalui Direktorat Penataan Persebaran Penduduk telah melaksanakan kegiatan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Calon Transmigran