Tingkatkan Animo Warga Jakarta, Pemerintah Gencar Sosialisasikan Program Transmigrasi

Rabu, 06 November 2019

Rendahnya animo warga DKI Jakarta terhadap program transmigrasi, memaksa Pemerintah Daerah Asalnya untuk gencar melakukan sosialisasi ketransmigrasian dan Focus Group Discussion (FGD). Tak hanya masyarakat umum, aparatnya pun dilibatkan sebagai peserta dalam kegiatan tersebut. Tak tanggung-tanggung, Direktorat Penataan Persebaran Penduduk, Ditjen PKP2Trans ditunjuk menjadi narasumbernya.

Seperti yang dilakukan di Kelurahan Rawa Bunga, Kecamatan Jatinegara, Kota Jakarta Timur pekan lalu. Sejumlah 40 orang yang terdiri dari Ketua RW, Ketua LPM, Tokoh Masyarakat, dan warga setempat se-Kelurahan Rawa Bunga, mengikuti Sosialisasi Ketransmigrasian di Kantor Kelurahan Rawa Bunga.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Seksi Pengangkutan, Subdit Pelayanan Perpindahan, Direktorat Penataan Persebaran Penduduk, Rudi Febriantoro, memaparkan tentang teknis pelaksanaan penataan persebaran penduduk dalam penyelenggaraan transmigrasi. Mulai dari Penyiapan Perpindahan, Penyiapan Calon Transmigran dan Penduduk Setempat, Pelayanan Perpindahan, hingga Penataan dan Adaptasi.

Narasumber lain, Kepala Seksi Penataan, Subdit Penataan dan Adaptasi, Direktorat Penataan Persebaran Penduduk, Sugeng Purwanto, menguraikan tentang kebijakan umum Ditjen PKP2Trans dan profil lokasi Saluandeang Kabupaten Mamuju Tengah Sulawesi Barat yang menjadi alokasi program penempatan transmigran Provinsi DKI Jakarta pada 2019 ini.

Sosialisasi yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang transmigrasi ini, juga dimaksudkan untuk menjaring animo masyarakat dalam bertransmigrasi.

Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi Disnakertrans Prov. DKI Jakarta, Drs. Didik Supardi, MMA, ST, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa minat warga DKI Jakarta untuk bertransmigrasi sangat kurang karena mayoritas masyarakat ibukota lebih memilih hidup praktis dan menganggap transmigrasi itu bukan solusi dalam mensejahterakan kehidupan.

“Kami menyadari bahwa transmigran dari DKI Jakarta sering ditolak oleh daerah tujuan. Oleh sebab itu, beberapa langkah perbaikan yang akan dilakukan antara lain memperbaiki SDM aparat dan aktif pada kegiatan-kegiatan sosialisasi di wilayah DKI Jakarta,” ujarnya.

Sebenarnya, lanjutnya, DKI Jakarta memiliki potensi besar transmigran nelayan dari Kepulauan Seribu. Selain dapat mengurangi kepadatan penduduk, calon transmigran asal Kepulauan Seribu merupakan sasaran tepat untuk alokasi transmigrasi pola nelayan.  

Hal senada diungkapkan Lurah Rawa Bunga, Agustina, SKM yang turut hadir dalam kegiatan tersebut. Agustina menyadari banyak masyarakat yang hidupnya susah, urbanisasi yang tidak seimbang dengan keterampilan dan kualitas, hanya modal nekat dan menjadi masyarakat sosial di Jakarta. Oleh sebab itu, pihaknya sangat berharap akan banyak warganya yang berminat setelah mengikuti sosialisasi ini.

Selain kota Jakarta Timur (Kel. Rawa Bunga, Kec. Jatinegara), sosialisasi ketransmigrasian juga telah dilakukan di empat kota lainnya seperti Jakarta Selatan (Kel. Manggarai Selatan, Kec. Tebet), Jakarta Pusat (Kel. Tanah Tinggi, Kec. Johar Baru), Jakarta Utara (Kel. Penjaringan, Kec. Penjaringan), serta Jakarta Barat (Kel. Tanah Sereal, Kec. Tambora).

(rin/tabarduk)

BERITA TERBARU

Monday, 11 November 2019
Jakarta – Di era informasi digital ini diperlukan satu teknologi informasi dan komunikasi untuk mendukung kelancaran pembangunan nasional. Begitu pula dengan pembangunan
Monday, 11 November 2019
Bandung - Pada tanggal 30 Oktober s.d 1 November 2019, di Hotel Crowne Plaza, Jl. Lembong No.19, Braga, Kecamatan Sumur Bandung, Kota Bandung,
Wednesday, 06 November 2019
Pada tanggal 23-28 September 2019, bertempat di KJ Hotel Yogyakarta, Jl. Parangtritis No.120, Yogyakarta, telah diselenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis Pemetaan dan Penataan Dokumen