PENGELOLAAN DATA KETRANSMIGRASIAN MENGGUNAKAN TEKNOLOGI UAV

Rabu, 06 November 2019

Pada tanggal 23-28 September 2019, bertempat di KJ Hotel Yogyakarta, Jl. Parangtritis No.120, Yogyakarta, telah diselenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis Pemetaan dan Penataan Dokumen Pertanahan Transmigrasi. Peserta sejumlah 25 orang dari UKE II di lingkungan Ditjen Penyiapan dan Pembangunan Permukiman Transmigrasi (PKP2Trans), Direktorat Pelayanan Pertanahan Transmigrasi, Ditjen PKTrans, Inspektorat Wilayah III, Inspektorat Jenderal dan Pusat Data dan Informasi, Balilatfo. Kegiatan ini dibuka oleh Dr. Ir. Chamidun Daim, MBA selaku Sekretaris Ditjen PKP2Trans mewakili Direktur Jenderal PKP2Trans. Dr. Ir. Chamidun Daim, MBA memaparkan tema “Pemanfaatan Teknologi UAV dalam Pelaksanaan Program Ketransmigrasian dalam mendukung One Map Policy di Era Revolusi Industri 4.0”.  Berada pada Era Revolusi Industri 4, pelaksanaan program Ketransmigrasian yang pada tahun ini telah memasuki usia ke 69 tahun, memerlukan suatu pondasi yang kokoh dalam usaha mewujudkannya, guna menyongsong visi Indonesia Emas pada tahun 2045 mendatang. Dukungan data Informasi Geospasial yang akurat akan memperbesar peluang terpenuhinya ketentuan penyiapan kawasan dan penyediaan tanah transmigrasi yang selaras dengan tata ruang wilayah, clear and clean dan penataan dan persebaran penduduk yang lebih akurat” paparnya.  

Agus Suminardi, SE, MT selaku Kasubdit Dokumentasi Penyediaan Tanah sekaligus ketua panitia menyampaikan bahwa tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan kemampuan peserta bimbingan teknis dalam pemetaan dan penataan dokumen pertanahan transmigrasi, dan meningkatkan kompetensi bidang informasi geospasial bagi peserta bimbingan teknis pemetaan dan penataan dokumen pertanahan transmigrasi.

Wahana UAV yang digunakan pada kegiatan ini adalah UAV jenis fixed wing dengan daya jelajah yang lebih luas, kemampuan terbang yang lebih tinggi dan waktu operasional yang lebih singkat dibandingkan dengan UAV jenis lain. Spesifikasi tersebut dirasa sangat tepat untuk mendukung kegiatan pemotretan udara Kawasan transmigrasi yang sangat identik dengan kondisi medan yang cukup variatif. Bertempat di Ruang Bima, Lantai 8 Hotel KJ, materi classical yang disampaikan mencakup aspek penyampaian teori dan prinsip kerja teknologi UAV, simulasi operasional UAV, pengolahan data terbang, review, diskusi peserta, evaluasi dan penutupan. Adapun praktik lapangan dilakukan di Lapangan Sidorejo, Sleman, Yogyakarta dengan Instruktur berasal dari CV AMX UAV Technologies. Bertindak sebagai Narasumber dalam acara ini, antara lain Sekretaris Direktorat Jenderal Penyiapan dan Pembangunan Permukiman Transmigrasi, Dr. Ir. Chamidun Daim, MBA, Plt. Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Dr. Ivanovich Agusta, Direktur Pembangunan Permukiman Transmigrasi, Ir. Sofyan Hanafi, M.Si, Direktur Perencanaan Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Transmigrasi, Dr. Bambang Widyatmiko, S.Si, MT, Asisten Ahli Departemen Teknologi Kebumian, Sekolah Vokasi UGM, Karen Slamet Hardjo, S.Si, M.Sc dan Direktur PT. Mitra Geotama Indonesia Fredi Satya Candra Rosaji, S.Si., M.Sc.

Dr Ir. Chamidun Daim, MBA menutup sambutan dengan harapan, “Saya berharap kegiatan Bimbingan Teknis Pemetaan dan Penataan Dokumen Pertanahan Transmigrasi ini dapat berjalan dengan lancar dan bermanfaat, sehingga dapat meningkatkan kemampuan dan pemahaman tentang urgensi pengelolaan data dan informasi Ketransmigrasian. Khususnya data dan informasi geospasial bidang ketransmigrasian sebagai bagian integral dari konsep Transmigration Big Data”

BERITA TERBARU

Monday, 11 November 2019
Jakarta – Di era informasi digital ini diperlukan satu teknologi informasi dan komunikasi untuk mendukung kelancaran pembangunan nasional. Begitu pula dengan pembangunan
Monday, 11 November 2019
Bandung - Pada tanggal 30 Oktober s.d 1 November 2019, di Hotel Crowne Plaza, Jl. Lembong No.19, Braga, Kecamatan Sumur Bandung, Kota Bandung,
Wednesday, 06 November 2019
Rendahnya animo warga DKI Jakarta terhadap program transmigrasi, memaksa Pemerintah Daerah Asalnya untuk gencar melakukan sosialisasi ketransmigrasian dan Focus Group Discussion (FGD). Tak